Langsung ke konten utama

saat kesempitan itu datang

Disaat kita merasa sempit, sesak, genting, fitroh itu akan kembali, dan ia baru tersadar.
Hari rabu 26 september, aku berniatan berkunjung ke rumah salah satu kawan yang ada disolo, tanpa pernah sebelumnya berkunjung, hanya dengan tulisan alamat serta berbagai petunjuk. Sewaktu masih di bus, ku lihat batrei hp tinggal 3%, aku langsung matikan hp, dan ku berharap ketika telah turun bus nanti hp masih menyala. Aku khawatir, aku selalu berdo’a, karena aku tahu betul hp saya, yang akan mati ketika batrei telah mencapai 10%, tapi kala itu, meski 3% ia masih menyala, aku sangat bersyukur, kulantunkan puji syukur kepadaNya. Disaat genting itu aku sadar bahwa ini adalah nikmat Allah yang aku peroleh. Setelah aku turun dari bus, dan itu sesuai alamat yang kuperoleh, aku lihat lagi hp yang aku genggam, dn ternyata ia masih nyala dengna daya betrei 2%, seketika itu aku langsung menghubungi kawanku, kuberitahukan keberadaanku saat itu, setelah semua clear, dan ia paham, hp aku langsung mati setelah kukirim  chat terakhirku “ aku deket pom bensin”. Selang berapa menit kemudian akhirnya ia datang menjemputku. Ya aku bersyukur, kurasakan betapa Allah telah memberikan karuniaNya kepadaku. Saat itu pula aku tersadar, betapa hinanya aku, yang teringat akan nikmatNya hanya ketika masa genting saja, aku terlupa dengan berbagai karuniaNya yang selama ini aku peroleh dan itu jauh lebih besar. Mulai dari kesehatan yang aku rasakan, iman dn islam yang kugenggam, kasih sayang yang kuperoleh, orang tua, sahabat, teman kawan, ilmu dan berbagai kesemptan lainnya. Lagi-lagi aku terlupa,yang diingatkan melalui perkara yang sepele. Lalu kemanakah kubawa karunia yang telah kuperoleh selama ini???  Apa kita lupa??? Padahal itu jauh lebih besar???

Memang, terkadang dari yang sepele itu membawa kita jauh lebih besar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ketika bimbang menyelimuti

Bicaralah !!! ceritakanlah !!! … yaa mungkin terkadang lidah dan bibir kita kelu untuk mengungkapkan. Tapi dengannya kita bisa mengurangi masalah kita, meski yang kita ajak curhat tak mampu berikan solusi, ya tak mengapa, karna terkadang seseorang dengan curhatanya bukan hanya ingin solusi, tapi lebih ia condong untuk mengurangi beban yang dipikulnya. Ya,,, hanya dengan bercerita hati pun telah lega, tak seberat sebelumnya. Lebih-lebih ia berikan solusi, sempurna. Singkat crita, saya adalah seorang pemuda yang layaknya seorang pemuda. Yakni memiliki perasaan yang amat dalam terhadap teman kecilku, bahkan hingga sekarang. Terkadang aku bingung, bahkan sebel sama diri ini, mengapa aku demikian. Ya..aku sadar perbuatanku. Perbuatan yang tak selayaknya dilakukan oleh hamba Allah, terlebih ia tahu akan ilmu syar’I serta hukumnya, dan tinggal di dalam ma’had. Ya,,, aku tahu itu semua. Tapi dalam hati kecilku aku sangat bahagia ketika ia menghubungiku meski hanya menanyakan sesuatu, ya it...

hukum mengangkat jari serta menggerakkanya dalam tasyahud

Diantara rukun-rukun sholat yang disepakati oleh para ulama ialah tasyahud akhir. Adapun tasyahud awal ia termasuk diantara sunnah-sunnah sholat yang ketika ditinggalkan karena terlupa maka wajib bagi pelakunya untuk melakukan sujud sahwi. Merupakan suatu ikhtilaf ulama dalam tasyahud yakni terkait waktu mengangkat jari serta menggerakkannya, dengan berbagai ilah yang dikemukakan antar madzhab. Dengan demikian penulis dalam hal ini, akan mengkaji berbagai ikhtilaf ulama terkait masalah tasyahud dalam sholat terutama yang berkenaan dengan waktu mengangkat jari serta menggerakkanya dengan mencantumkan istidlal para ulama 4 imam madzhab. A.       Landasan Hukum Tasyahud ialah sebuah nama didalam salah satu rukun sholat yang didalamnya terdapat at-tahiyat dan sholawat. S e bagaimana diterangkan dalam hadits shohih muslim no.404 tentang tatacara sholat serta do’a yang dianjurkan dalam bacaan sholat حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، ...

nasehat imam bin hanbal dalam hadist arba'in 71

nasehat Imam Ahmad bin Hanbal ....penting untuk kita fikirkan...!!!! "jika allah telah menjamin rezeki, mengapa harus mencurahkan perhatian padanya ??? jika Allah menjamin akan memberi ganti, mengapa harus bakhil ???? jika surga itu benar adanya, mengapa masih bersantai-santai ??? jika neraka itu benar adanya, mengapa masih saja bermaksiat ????? jika pertanyaan malaikat munkar dan nakir itu pasti adanya, mengapa masih enak-enakan saja ????mjika dunia ini fana, mengapa masih tenang-tenang saja ??? jika hisab ituu pasti adanya, mengapa masih menumpuk harta ??? jika segala sesuatu itu berdsarkan qodzo' dan qadar Allah, mengapa harus takut.......?????? *syarh hadist arba'in,71...