Langsung ke konten utama

ketika bimbang menyelimuti

Bicaralah !!! ceritakanlah !!! … yaa mungkin terkadang lidah dan bibir kita kelu untuk mengungkapkan. Tapi dengannya kita bisa mengurangi masalah kita, meski yang kita ajak curhat tak mampu berikan solusi, ya tak mengapa, karna terkadang seseorang dengan curhatanya bukan hanya ingin solusi, tapi lebih ia condong untuk mengurangi beban yang dipikulnya. Ya,,, hanya dengan bercerita hati pun telah lega, tak seberat sebelumnya. Lebih-lebih ia berikan solusi, sempurna.

Singkat crita, saya adalah seorang pemuda yang layaknya seorang pemuda. Yakni memiliki perasaan yang amat dalam terhadap teman kecilku, bahkan hingga sekarang. Terkadang aku bingung, bahkan sebel sama diri ini, mengapa aku demikian. Ya..aku sadar perbuatanku. Perbuatan yang tak selayaknya dilakukan oleh hamba Allah, terlebih ia tahu akan ilmu syar’I serta hukumnya, dan tinggal di dalam ma’had. Ya,,, aku tahu itu semua. Tapi dalam hati kecilku aku sangat bahagia ketika ia menghubungiku meski hanya menanyakan sesuatu, ya itu wajar, wajar untuk seorang pemuda yang normal. Tapi kian lama meski demikian aku sadar tak baik untukku menyimpan perasaan ini terus menerus. Akan tetapi sesukses apapun aku melupakannya, tetap sja ia hadir dalam hidup bahkan sering ia hadir dalam mimpi, meski sebelumnya aku tak mengingatnya. Memang aku tak berharap ia jadi imamku, tapi aku bingung mengapa aku suka demikian. Bahkan ketika aku mengingatnya dan aku tersadar akan itu, sering kali air mata ikut membersamaiku karna penyesalanku dan ketak sanggupanku untuk menghindarinya. Dan aku merasa, aku seorang munafik, ya,,, munafik. Seringkali sahabat-sahabatku bercrita pengalaman serta perasaan yang sma denganku, untuk dipecahkan solusinya, ya saat itu aku menjawabnya sesuai keadaan mereka, karna aku tahu dan mengerti posisi mereka dan karena akupun merasakan yang demikian. Aku pecahkan semuanya. Tapi sesungguhnya hati kecilku menangis ketika aku bisa memberikan solusi tapi aku sendiri tak tahu bahkan tak sanggup untuk melakukan nasehat yang ku berikan. Dan akhirnya aku beranikan untuk ku ungkapkan dengan kawan yang pada saat itu ia curhat denganku, tentang perasaan yang sama, dan kondisi yang sama, meski alurnya berbeda. Dan kalian tahu apa yang terjadi setelah aku cerita dengannya,,,,, batinku tersenyum lebar dengan terkurangnya beban yang ku pikul. Dan saat aku cerita, akhirnya akupun menemukan solusinya, yakni pada saat apapun itu, bahkan saat ramai sekalipun dan perasaan itu muncul karna kehadirannya, maka berceritalah dengan kawan yang kita percaya, karnanya ia bisa mengurangi perasaan yang menggebu dalam hati kita, hingga akhirnya bisa mencegah kita untuk tak berlaku selanjutnya. Karna ketika kita sendiri, terkadang kita tak mampu untuk melakukan nasehat sendiri, karna setan pun lebih tahu dan lebih pengalaman dalam menggoda manusia. Hasilnya berceritalah dengan kawan yang kita percaya denganya, dn jka tak menemukan kawan untuk kita curhati, curhatlah dengan Pencipta kita, dan seharusnya lebih dahululah kita curhat denganNya ketimbang dengan yang lainnya, atau bsa dengan tulisan, atau dengan yang lainnya. Intinya salurkanlah perasaan kita, jangan kita bendung dalam hati kita sendiri.Bicaralah !!! ceritakanlah !!! … yaa mungkin terkadang lidah dan bibir kita kelu untuk mengungkapkan. Tapi dengannya kita bisa mengurangi masalah kita, meski yang kita ajak curhat tak mampu berikan solusi, ya tak mengapa, karna terkadang seseorang dengan curhatanya bukan hanya ingin solusi, tapi lebih ia condong untuk mengurangi beban yang dipikulnya. Ya,,, hanya dengan bercerita hati pun telah lega, tak seberat sebelumnya. Lebih-lebih ia berikan solusi, sempurna.
Singkat crita, saya adalah seorang pemuda yang layaknya seorang pemuda. Yakni memiliki perasaan yang amat dalam terhadap teman kecilku, bahkan hingga sekarang. Terkadang aku bingung, bahkan sebel sama diri ini, mengapa aku demikian. Ya..aku sadar perbuatanku. Perbuatan yang tak selayaknya dilakukan oleh hamba Allah, terlebih ia tahu akan ilmu syar’I serta hukumnya, dan tinggal di dalam ma’had. Ya,,, aku tahu itu semua. Tapi dalam hati kecilku aku sangat bahagia ketika ia menghubungiku meski hanya menanyakan sesuatu, ya itu wajar, wajar untuk seorang pemuda yang normal. Tapi kian lama meski demikian aku sadar tak baik untukku menyimpan perasaan ini terus menerus. Akan tetapi sesukses apapun aku melupakannya, tetap sja ia hadir dalam hidup bahkan sering ia hadir dalam mimpi, meski sebelumnya aku tak mengingatnya. Memang aku tak berharap ia jadi imamku, tapi aku bingung mengapa aku suka demikian. Bahkan ketika aku mengingatnya dan aku tersadar akan itu, sering kali air mata ikut membersamaiku karna penyesalanku dan ketak sanggupanku untuk menghindarinya. Dan aku merasa, aku seorang munafik, ya,,, munafik. Seringkali sahabat-sahabatku bercrita pengalaman serta perasaan yang sma denganku, untuk dipecahkan solusinya, ya saat itu aku menjawabnya sesuai keadaan mereka, karna aku tahu dan mengerti posisi mereka dan karena akupun merasakan yang demikian. Aku pecahkan semuanya. Tapi sesungguhnya hati kecilku menangis ketika aku bisa memberikan solusi tapi aku sendiri tak tahu bahkan tak sanggup untuk melakukan nasehat yang ku berikan. Dan akhirnya aku beranikan untuk ku ungkapkan dengan kawan yang pada saat itu ia curhat denganku, tentang perasaan yang sama, dan kondisi yang sama, meski alurnya berbeda. Dan kalian tahu apa yang terjadi setelah aku cerita dengannya,,,,, batinku tersenyum lebar dengan terkurangnya beban yang ku pikul. Dan saat aku cerita, akhirnya akupun menemukan solusinya, yakni pada saat apapun itu, bahkan saat ramai sekalipun dan perasaan itu muncul karna kehadirannya, maka berceritalah dengan kawan yang kita percaya, karnanya ia bisa mengurangi perasaan yang menggebu dalam hati kita, hingga akhirnya bisa mencegah kita untuk tak berlaku selanjutnya. Karna ketika kita sendiri, terkadang kita tak mampu untuk melakukan nasehat sendiri, karna setan pun lebih tahu dan lebih pengalaman dalam menggoda manusia. Hasilnya berceritalah dengan kawan yang kita percaya denganya, dn jka tak menemukan kawan untuk kita curhati, curhatlah dengan Pencipta kita, dan seharusnya lebih dahululah kita curhat denganNya ketimbang dengan yang lainnya, atau bsa dengan tulisan, atau dengan yang lainnya. Intinya salurkanlah perasaan kita, jangan kita bendung dalam hati kita sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hukum mengangkat jari serta menggerakkanya dalam tasyahud

Diantara rukun-rukun sholat yang disepakati oleh para ulama ialah tasyahud akhir. Adapun tasyahud awal ia termasuk diantara sunnah-sunnah sholat yang ketika ditinggalkan karena terlupa maka wajib bagi pelakunya untuk melakukan sujud sahwi. Merupakan suatu ikhtilaf ulama dalam tasyahud yakni terkait waktu mengangkat jari serta menggerakkannya, dengan berbagai ilah yang dikemukakan antar madzhab. Dengan demikian penulis dalam hal ini, akan mengkaji berbagai ikhtilaf ulama terkait masalah tasyahud dalam sholat terutama yang berkenaan dengan waktu mengangkat jari serta menggerakkanya dengan mencantumkan istidlal para ulama 4 imam madzhab. A.       Landasan Hukum Tasyahud ialah sebuah nama didalam salah satu rukun sholat yang didalamnya terdapat at-tahiyat dan sholawat. S e bagaimana diterangkan dalam hadits shohih muslim no.404 tentang tatacara sholat serta do’a yang dianjurkan dalam bacaan sholat حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، ...

nasehat imam bin hanbal dalam hadist arba'in 71

nasehat Imam Ahmad bin Hanbal ....penting untuk kita fikirkan...!!!! "jika allah telah menjamin rezeki, mengapa harus mencurahkan perhatian padanya ??? jika Allah menjamin akan memberi ganti, mengapa harus bakhil ???? jika surga itu benar adanya, mengapa masih bersantai-santai ??? jika neraka itu benar adanya, mengapa masih saja bermaksiat ????? jika pertanyaan malaikat munkar dan nakir itu pasti adanya, mengapa masih enak-enakan saja ????mjika dunia ini fana, mengapa masih tenang-tenang saja ??? jika hisab ituu pasti adanya, mengapa masih menumpuk harta ??? jika segala sesuatu itu berdsarkan qodzo' dan qadar Allah, mengapa harus takut.......?????? *syarh hadist arba'in,71...