Disaat kita merasa sempit, sesak, genting, fitroh itu akan kembali, dan ia baru tersadar. Hari rabu 26 september, aku berniatan berkunjung ke rumah salah satu kawan yang ada disolo, tanpa pernah sebelumnya berkunjung, hanya dengan tulisan alamat serta berbagai petunjuk. Sewaktu masih di bus, ku lihat batrei hp tinggal 3%, aku langsung matikan hp, dan ku berharap ketika telah turun bus nanti hp masih menyala. Aku khawatir, aku selalu berdo’a, karena aku tahu betul hp saya, yang akan mati ketika batrei telah mencapai 10%, tapi kala itu, meski 3% ia masih menyala, aku sangat bersyukur, kulantunkan puji syukur kepadaNya. Disaat genting itu aku sadar bahwa ini adalah nikmat Allah yang aku peroleh. Setelah aku turun dari bus, dan itu sesuai alamat yang kuperoleh, aku lihat lagi hp yang aku genggam, dn ternyata ia masih nyala dengna daya betrei 2%, seketika itu aku langsung menghubungi kawanku, kuberitahukan keberadaanku saat itu, setelah semua clear, dan ia paham, hp aku langsung mati set...