Langsung ke konten utama

pendidikan sang penakluk....


pendidikan sang penakluk....
Muhammad al-fatih yang kita kenal dengan sang sultan pembebas kota konstantinopel, kota yang telah beribu-ribu tahun dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ akan jatuh ditangan kaum muslimin. Kota yang banyak diperebutkan oleh banyak kalangan, banyak kaum dan negara. Kota yang teramat indah serta agung akan keindahan serta kekayaan yang terdapat didalamnya. Hagia sopia tempat yang amat megah dan mewah yang dibangun untuk dijadikan gereja pada saat itu, yang diganti oleh sang al-fatih dengan rumah Allah, yang suara tasbih memuji namaNya selalu memancar dari penjuru arah. Kota yang sejahtera dibawah naungan islam serta kelembutan dan ukhuwah yang saling membahu, dalam setelah penaklukan kota itu digenggam oleh islam. kehidupan berubah. Suasana tentram dengan berbagai keadilan sang sultan. Tidaklah mudah untuk menaklukan kota tersebut, yang setelah jutaan umat gugur dalam jihadnya, berbilang abad menunggu kemenangan. Kota yang dikabarkan Rasul bahwa yang menaklukan kota tersebut ialah sebaik-baik panglima dan tentaranya ialah sebaik-baik tantara. Tidak mudah memang,,,,,,,,,
Perjuangan Muhammad al-fatih mengajarkan kita akan semangat serta tekad yang kuat dalam mempersiapkan sesuatu yang menjadi impian kita. Dari kecil ia telah mempersiapkan bekal untuk nantinya mewujudkan bisyarah Rasul. Sedari kecil,,,balita,,, dengan dukungan orang tua, sahabat serta ulama yang membersamainya dalam penaklukan. Ibunda Muhammad al-fatih yang selalu mengingatkan serta mengkabarkan bahwa kelak ialah yang mampu mewujudkan bisyarah Rasul. Kata-kata positif serta semangat dari sang bunda, membuatnya yakin akan taklukan itu. Jauh dari itu,,,kemegahan serta kenyamanan hidup beliau membuatnya enggan untuk melepasnya serta menjadikan ia manja,,,,,sering menertawakan sang ulama ketika ia diajar,,hingga suatu waktu sang ayah mengirimkan untuk beliau seorang ulama yang akan mendidik beliau meneruskan tahta sang ayah, menjadi pemimipin dunia dan kelak sang penakluk kota konstantinopel. Sang ayah mengamanahkan anaknya pada sang ulama, tak lupa,, sang ayah sekaligus memberikan sebuah cambuk dengan berpesan” pukulah anakku dengan cambuk ini, ketika ia tak mau belajar”. Mengapa sang ayah begitu yakin dengan sang ulama akan cambukan itu, apakah sang ayah tak sayang,,???? Bahkan ia sangat sayang,karenanya ia berpesan demikian dan Karena ia tahu, sang ulama tidak akan salah menempatkan cambukan itu. Seorang yang berilmu, sang ulama, tidak akan salah menempatkan kekerasan, demi keberhasilan sang didik. Ya benar…….kenyataan itu terwujud…karena pukulan itulah Muhammad alfatih yang sering menertawakan ulama saat diajar, ia tumbuh menjadi seorang pemuda yang tangguh, cerdas, serta mampu menjadi sang penakluk……ia mampu menamatkan al-quran pada usianya yang masih sangat belia…menguasai berbagai bidang ilmu serta menguasai 7 bahasa, karena sang orang tua faham, bahwa dengan bahasalah ia mampu menguasai strategi yang amat luas.

Dan sejarah ini seakan mengajarkan kita bahwa mengahsilkan generasi yang tangguh bukanlah dengan kemewahan, kemegahan akan tetapi dengan ilmu yang bermanfaat yang nantinya akan mengantarkannya pada kesuksesan yang nyata. Dan perlu diperhatikan bahwa Muhammad al-fatih tidaklah belajar ilmu dunia terlebih dahulu, akan tetapi ia terlebih dahulu belajar ilmu islam,,al-quran al-karim,,,ilmu tentang jiwa yang hanif,,,, karena menuntut ilmu itu ada tingkatannya, ilmu yang utama jangan diakhirkan, diabaikan, kaedah umumnya ialah bahwa utamakan ilmu akhirat baru kemudian ilmu dunia dan tidak sembarang tanpa menegement, karena ilmu yang baik, ketika disampaikan pada waktu yang tidak abaik, maka tidak akan menjadi baik. perhatikan urutan dalam menyampaikan ilmu. Belajar dari sikap orang tua dalam Pendidikan terhadap anak……..terutama dalam mewujudkan generasi layaknya Muhammad al-fatih…………….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ketika bimbang menyelimuti

Bicaralah !!! ceritakanlah !!! … yaa mungkin terkadang lidah dan bibir kita kelu untuk mengungkapkan. Tapi dengannya kita bisa mengurangi masalah kita, meski yang kita ajak curhat tak mampu berikan solusi, ya tak mengapa, karna terkadang seseorang dengan curhatanya bukan hanya ingin solusi, tapi lebih ia condong untuk mengurangi beban yang dipikulnya. Ya,,, hanya dengan bercerita hati pun telah lega, tak seberat sebelumnya. Lebih-lebih ia berikan solusi, sempurna. Singkat crita, saya adalah seorang pemuda yang layaknya seorang pemuda. Yakni memiliki perasaan yang amat dalam terhadap teman kecilku, bahkan hingga sekarang. Terkadang aku bingung, bahkan sebel sama diri ini, mengapa aku demikian. Ya..aku sadar perbuatanku. Perbuatan yang tak selayaknya dilakukan oleh hamba Allah, terlebih ia tahu akan ilmu syar’I serta hukumnya, dan tinggal di dalam ma’had. Ya,,, aku tahu itu semua. Tapi dalam hati kecilku aku sangat bahagia ketika ia menghubungiku meski hanya menanyakan sesuatu, ya it...

hukum mengangkat jari serta menggerakkanya dalam tasyahud

Diantara rukun-rukun sholat yang disepakati oleh para ulama ialah tasyahud akhir. Adapun tasyahud awal ia termasuk diantara sunnah-sunnah sholat yang ketika ditinggalkan karena terlupa maka wajib bagi pelakunya untuk melakukan sujud sahwi. Merupakan suatu ikhtilaf ulama dalam tasyahud yakni terkait waktu mengangkat jari serta menggerakkannya, dengan berbagai ilah yang dikemukakan antar madzhab. Dengan demikian penulis dalam hal ini, akan mengkaji berbagai ikhtilaf ulama terkait masalah tasyahud dalam sholat terutama yang berkenaan dengan waktu mengangkat jari serta menggerakkanya dengan mencantumkan istidlal para ulama 4 imam madzhab. A.       Landasan Hukum Tasyahud ialah sebuah nama didalam salah satu rukun sholat yang didalamnya terdapat at-tahiyat dan sholawat. S e bagaimana diterangkan dalam hadits shohih muslim no.404 tentang tatacara sholat serta do’a yang dianjurkan dalam bacaan sholat حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، ...

nasehat imam bin hanbal dalam hadist arba'in 71

nasehat Imam Ahmad bin Hanbal ....penting untuk kita fikirkan...!!!! "jika allah telah menjamin rezeki, mengapa harus mencurahkan perhatian padanya ??? jika Allah menjamin akan memberi ganti, mengapa harus bakhil ???? jika surga itu benar adanya, mengapa masih bersantai-santai ??? jika neraka itu benar adanya, mengapa masih saja bermaksiat ????? jika pertanyaan malaikat munkar dan nakir itu pasti adanya, mengapa masih enak-enakan saja ????mjika dunia ini fana, mengapa masih tenang-tenang saja ??? jika hisab ituu pasti adanya, mengapa masih menumpuk harta ??? jika segala sesuatu itu berdsarkan qodzo' dan qadar Allah, mengapa harus takut.......?????? *syarh hadist arba'in,71...